ABSTRAK
Pada perkembangan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat, maka pengembangan dalam bidang cloud computer semakin kompleks. Dalam perkembangan teknologi informasi khususnya dalam pemakaian kebutuhan dalam internet tidak bisa terhindari di zaman sekarang dan juga kebutuhan dalam pencarian dan penyimpanan serta transfer data yang dapat cepat terakses pada lingkup yang luas dengan mudah.
Maka penulisan ini akan mempekenalkan cloud computer sebaagai solusi penyimpanan data yang cepat melalui jaringan internet.
Kata kunci : penyimpanan data, jaringan internet.
PENDAHULUAN
Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan akan data merupakan hal yang tak bisa terhindarkan lagi. Semua dari hasil kerja kita pasti berupa data baik yang berupa nyata ataupun data digital. Data digital merupakan suatu kumpulan kode yang merepresenasikan hasil kerja kita agar bisa dibaca oleh komputer atau alat olah data kita. Untuk data digital, pastilah memeliki suatu ukuran besar (size) yang menjadi batasannya. Dengan size tersebut maka data digital dapat diartikan sebagai sesuatu yang spesifik dan dapat didefinisikan bentuknya.
Data digital, memiliki kelebihan jika dibanding dengan data nyata yaitu dapat dipakai terus menerus tanpa mengalami perusakan atau dapat disebut memiliki kualitas yang sama.Data digital dapat digunakan terus menerus karena dapat disimpan untuk bisa digunakan terus menerus jika disimpan di dalam alat penyimpanan (storage). Dengan semua kemudahan dari data digital tersebut, data digital juga memiliki suatu kekurangan yaitu dengan adanya ukuran size, maka storage(alat simpan) dari data tersebut harus memiliki ukuran (Space Storage) yang sejumlah dengan data yang akan disimpan. Untuk beberapa data memang masalah ini belum begitu terlihat, tapi jika data digital yang akan disimpan terus menumpuk akibat dari pentingya danbanyaknya tugas. Maka solusi yang biasanya diambil adalah penghapusan data yang lama atau dengan penambahan storage baru. Memang untuk penambahan storage baru bisa menyelamatkan data yang sudah tidak muat, tetapi dengan begitu akan menambah jumlah limbah dan biaya yang besar.
Sebetulnya jawaban dari masalah ini sudah mulai tercetus oleh John McCarthy pada tahun 1960-an akan tetapi pada waktu itu masih dirasakan suatu kesuliatan untuk mewujudkan pemecahan masalah ini. Dengan perkembangan dunia maya yang cepat seiring dengan diluncurkannya Web 2.0 maka jawaban dari masalah storage yang selama belum bisa diatasi dapat dipecahkan yaitu dengan Cloud Computer (Cloud Storage). Cloud Storage merupakan layanan penyimpanan data secara Online di Storage Server, atau dengan kata lain data kita akan disimpan pada database(storage) milik server online. Dengan cloud storage penggunanya tidak perlu lagi untuk membawa data digital dalam alat penyimpanan yang banyak melainkan sewaktu-waktu dapat diunduh dan diambil lagi untuk digunakan melalaui jaringan internet untuk mengakses data di server.
ISI
1. Pengertian Cloud Computing
Komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet ("di dalam awan") tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya. Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang dipublikasi IEEE Internet Computing" Cloud Computing adalah suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan lain-lain."
Cloud computing pada dasarnya adalah menggunakan Internet-based service untuk mensupport business process. Kata-kata “Cloud” sendiri merujuk kepada simbol awan yangdi dunia TI digunakan untuk menggambarkan jaringan internet (internet cloud ).
Wikipedia
mendefinisikan cloud computing sebagai “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dandata pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik”.
Gartner
mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TIyang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”
Forester
mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internetdengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”Agar lebih mudah membayangkan skema Cloud Computing, silahkan lihat ilustrasi berikut.
2. Sejarah Cloud Computing
Konsep awal Cloud Computing muncul pertama kali pada tahun 1960 oleh John McCarthy yang berkata “komputasi suatu hari nanti akan menjadi sebuah utilitas umum” ide dari cloud computing sendiri bermula dari kebutuhan untuk membagikan data untuk semua orang di seluruh dunia. Mohamed J.C.R Licklider, pencetus ide ini, menginginkan semua orang untuk dapat mengakses apa saja di mana saja. Dengan munculnya grid computing, cloud computing melalui internet menjadi realitas.
Cloud computing adalah sebuah mekanisme dimana kemampuan teknologi informasi disediakan bukan sebagai produk, melainkan sebagai layanan berbasis internet yang memungkinkan kita “meenyewa” sumber daya teknologi informasi (software, processing power, storage, dan lainnya) melalui internet dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita dan membayar yang digunakan oleh kita saja.
Cloud computing merupakan evolusi dari vrtualization,service oriented architecture, autonomic dan utily computing. Cara kerja dari cloud computing bersifat transparan, sehingga end-user tidak perlu pengetahuan, control akan, teknologi insfratuktur dari cloud computing untuk dapat menggunakannya dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka .merka hanya perlu tahu bagaimana cara mengaksesnya.
3. Keunggulan Cloud Computing
Uraian mengenai keuntungan (sisi potensial) yang didapat dalam penggunaan Cloud Computing. Namun, secara spesifik, merujuk kepada (Thia, 2008) keuntungan Cloud Computing antara lain: (1) Keuntungan bagi para pelaku bisnis adalah minimalisasi biaya investasi infrastruktur publik sehingga bisnis bisa lebih terfokus pada aspek fungsionalitasnya, (2) Bagi application developer, layanan PaaS memungkinkan pengembangan dan implementasi aplikasi dengan cepat sehingga meningkatkan produktivitas, (3) Bagi para praktisi yang bergerak di industri TI, hal ini berarti terbukanya pasar baru bagi industri jasa pengembangan teknologi informasi, (4) Bagi pebisnis di bidang infrastruktur, hal ini merupakan peluang yang besar karena dengan meningkatnya penggunaan layanan SaaS ini akan meningkatkan penggunaaan bandwidth internet, (5) Integrasi aplikasi dengan berbagai perangkat. Keunggulan lainnya adalah :
A. Tanpa Investasi Awal
Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa investasiyang signifikan di awal. Ini sangat penting bagi bisnis, terutama bisnis pemula(startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu layanan CRM untuk 2 pengguna.Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna.Tanpa model cloud computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli hardware yang cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita cukupmembayar sesuai yang kita butuhkan.
B. Mengubah CAPEX menjadi OPEX
Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus dilakukan di awal,sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat melakukan pengeluaranoperasional (Operational Expenditure, atau OPEX). Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu perusahaan secara keuangan.
C. Lentur dan Mudah Dikembangkan
Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat memanfaatkan TI sesuaikebutuhan. Perhatikan Gambar di bawah untuk melihat beberapa skenario kebutuhan bisnis. Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak datar-datar saja. Dalam skenario “Predictable Bursting”, ada periode di mana penggunaan TImeningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR) yang padaakhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji karyawan. Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat sehingga kapasitas TI jugaharus mengikuti.Contoh skenario “Unpredictable Bursting” adalah ketika sebuah website berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik. Skenario “On and Off” adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun.
Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan(elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan,dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.
D. Fokus pada Bisnis, bukan TI
Dengan menggunakan Cloud Computing, kita dapat fokus pada bisnis utama perusahaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal ini dapatdilakukan karena pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia layanan, dan bukan olehkita sendiri. Misalnya, melakukan patching, security update, upgrade hardware,upgrade software, maintenance, dan lain-lain. Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus pada layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah ditangani oleh penyedialayanan.
4. Kekurangan Cloud Computing
Merujuk kepada (Robbins, 2009), resiko yang harus dihadapi user dalam penggunaan Cloud Computing ini antara lain: (1) service level, artinya kemungkinan service performance yang kurang konsisten dari provider. Inkonsistensi cloud provider ini meliputi, data protection dan data recovery, (2) privacy, yang berarti adanya resiko data user akan diakses oleh orang lain karena hosting dilakukan secara bersama-sama, (3) compliance, yang mengacu pada resiko adanya penyimpangan level compliance dari provider terhadap regulasi yang diterapkan oleh user, (4) data ownership mengacu pada resiko kehilangan kepemilikan data begitu data disimpan dalam cloud, (5) data mobility, yang mengacu pada kemungkinan share data antar cloud service dan cara memperoleh kembali data jika suatu saat user melakukan proses terminasi terhadap layanan cloud Computing. Beberapa pertimbangan lain yang menjadi resiko Cloud Computing adalah:
- Ketidakpastian kemampuan penegakan kebijakan keamanan pada provider
- Kurang memadainya pelatihan dan audit TI
- Patut dipertanyakan kendali akses istimewa pada situs provider
- Ketidakpastian kemampuan untuk memulihkan data
- Kedekatan data pelanggan lain sehingga kemungkinan tertukar
- Ketidakpastian kemampuan untuk mengaudit operator
- Ketidakpastian keberlanjutan keberadaan provider
- Ketidakpastian kepatuhan provider terhadap peraturan.
5. Sistem Security Cloud Computing
Sebelum layanan Cloud computing menjadi begitu diinginkan, pelanggan harus merasa aman dengan informasi yang mereka transfer. Pada jurnal tersebut dijelaskan model pertama yang menjelaskan (model privasi) dengan mengimplementasikan secara ekonomi efisien metode sedangkan intrusi CP sistem deteksi memfokuskan upaya lebih terhadap pencegahan serangan. Ketika merancang sebuah skema keamanan untuk layanan Cloud computing, ada yang mendasari dilema dimana keamanan tidak bisa datang pada biaya aspek yang diinginkan seperti kecepatan data atau keterjangkauan. untuk mengatasi dilema ini, beberapa skema keamanan seperti sistem Reputasi Dirichlet memungkinkan pengguna untuk mengontrol tingkat keamanan yang besar.
KESIMPULAN
penggunaan Cloud Computing ini pada dasarnya meliputi sejarah awal penggunaan sistem cloud computing, sistem kerja yang ada pada cloud computing, serta kelebihan yang terdapat pada cloud computing. Cloud computing menjadi jawaban dari masalah ketidak praktisannya membawa storage devices kemanapun anda pergi. Dengan adanya sistem Cloud Storage yang berbasis storage online anda dapat membawa pekerjaan anda dengan mudah kemanapun anda inginkan, asalkan terdapat jaringan internet maka kita dapat mengakses data tersebut kapan saja, karena telah data kita telah tersimpan secara digital pada Cloud Storage.Sistem ini dapat menunjang mobilitas kita dalam membawa data.
REFERENSI
http://septialutfi-1102412108-03.blogspot.com
Wikipedia
Anonim. (2012). Kelebihan dari Cloud Computing. http://blog.binadarma.ac.id/nayel/2012/11/22/kelebihan-dari-cloud-computing-komputasi-awan.html
http://teknojakarta1207.blogspot.com/p/manfaat-dan-tujuan-cloud-computing.html
Anonim. (2011). Mekanisme Akses Cloud Computing. http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Cloud_Computing#Mekanisme_Akses_Cloud_Computing
Anonim. (2011). Mengenal apa dan cara kerja dari Cloud Computing. http://iklansurya.net/cloud-computing-mengenal-cloud-computing-dan-cara-kerjanya
Anonim. (2011). Mengenal Cloud Computing. http://www.locus.co.id/?pg=1
Anonim. (2011). Sejarah Cloud Computing. http://www.iqbalnurhadi.com/2011/03/sejarah-cloud-computing/
http://www.wowrack.co.id/blog/mengenal-3-jenis-layanan-yang-ditawarkan-cloud-computing/
http://candra.unsri.ac.id/?p=499
http://sharingitkomputer.blogspot.com/2013/01/tutorial-membuat-cloud-computing.html
http://faizalnizbah.blogspot.com/2013/04/5-cara-menggunakan-cloud-computing-yg.html
Selasa, 27 September 2016
Sabtu, 07 Mei 2016
Business Relationship Management (BRM)
Business Relationship Management (BRM) adalah metodologi bisnis untuk mendefinisikan, memahami dan mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan menerima informasi dan jasa dan mendistribusikan mereka melalui beberapa jaringan. Fokus utamanya adalah pada jaringan online sebagai platform utama untuk melakukan hubungan bisnis.
BRM bertujuan untuk membuat aspek yang berbeda dari hubungan bisnis kedua tepat dan terukur. Model BRM yang didirikan akan mendukung:
BRM memungkinkan semua pemegang saham untuk mengevaluasi, mempengaruhi dan mengembangkan hubungan bernilai tinggi semua melalui jaringan. Kedua peran utama dalam manajemen hubungan bisnis adalah peran penyedia dan konsumen informasi. Bisnis harus terlibat dalam kedua peran dalam berbagai kapasitas. Tujuan akhir dari proses BRM adalah untuk mencapai titik di mana hubungan bisnis yang rumit dapat dialihkan ke nilai transaksi, yang mudah dimengerti.
Ikhtisar dan Tujuan
BRM diimplementasikan melalui peran organisasi, disiplin, dan kemampuan organisasi.
Sebagai Suatu Disiplin
Disiplin BRM adalah penelitian berbasis dan telah diverifikasi dan ditingkatkan lebih dari satu dekade. Hal ini digunakan dalam organisasi di seluruh dunia dan berlaku efektif untuk layanan bersama, penyedia layanan eksternal dan lain-lain. Tujuan dari disiplin adalah untuk memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan, mengevaluasi, dan menggunakan hubungan jaringan bernilai tinggi.
Sebagai Peran Organisasi
Peran organisasi BRM adalah hubungan antara penyedia layanan dan bisnis. Peran tersebut bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis lebih.
BRM bertujuan untuk membuat aspek yang berbeda dari hubungan bisnis kedua tepat dan terukur. Model BRM yang didirikan akan mendukung:
- Upaya pengembangan dan penelitian strategis bisnis
- Teknik dan alat-alat yang menerapkan prinsip-prinsip BRM
BRM memungkinkan semua pemegang saham untuk mengevaluasi, mempengaruhi dan mengembangkan hubungan bernilai tinggi semua melalui jaringan. Kedua peran utama dalam manajemen hubungan bisnis adalah peran penyedia dan konsumen informasi. Bisnis harus terlibat dalam kedua peran dalam berbagai kapasitas. Tujuan akhir dari proses BRM adalah untuk mencapai titik di mana hubungan bisnis yang rumit dapat dialihkan ke nilai transaksi, yang mudah dimengerti.
Ikhtisar dan Tujuan
BRM diimplementasikan melalui peran organisasi, disiplin, dan kemampuan organisasi.
Sebagai Suatu Disiplin
Disiplin BRM adalah penelitian berbasis dan telah diverifikasi dan ditingkatkan lebih dari satu dekade. Hal ini digunakan dalam organisasi di seluruh dunia dan berlaku efektif untuk layanan bersama, penyedia layanan eksternal dan lain-lain. Tujuan dari disiplin adalah untuk memungkinkan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan, mengevaluasi, dan menggunakan hubungan jaringan bernilai tinggi.
Sebagai Peran Organisasi
Peran organisasi BRM adalah hubungan antara penyedia layanan dan bisnis. Peran tersebut bertindak sebagai penghubung, orkestra, dan navigator antara penyedia layanan dan satu atau unit bisnis lebih.
Prinsip BRM
Pengukuran dan Analisis
Pengukuran dan Analisis
Tujuan BRM mengharuskan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dapat diidentifikasi dan diukur. Mengingat model, seseorang harus mampu mengidentifikasi hubungan bisnis yang mereka terlibat di dalamnya, dan mengukurnya ke dalam hal seperti kuantitas atau durasi. Hal yang sama berlaku untuk setiap aspek BRM, seperti jenis, peran, atau prinsip.
Tujuan
Setiap hubungan bisnis memiliki tujuan yang memerlukan partisipasi dari peran ganda untuk dicapai. Tujuan dari hubungan bisnis yang diberikan adalah diskrit dan terukur.
Reputasi dan kepercayaan
Tujuan
Setiap hubungan bisnis memiliki tujuan yang memerlukan partisipasi dari peran ganda untuk dicapai. Tujuan dari hubungan bisnis yang diberikan adalah diskrit dan terukur.
Reputasi dan kepercayaan
Model BRM harus berusaha untuk memodelisasi dan mengukur reputasi dan kepercayaan. Setiap hubungan, dan setiap interaksi di dalamnya, memberikan kontribusi untuk reputasi. Reputasi meringankan risiko dan mengurangi gesekan dalam proses bisnis. Kepedulian untuk mendorong reputasi dalam perilaku yang baik.
Kepemimpinan
Model BRM perlu memperhitungkan dan menyelaraskan dengan model tata kelola perusahaan, termasuk etika bisnis, kendala hukum, dan norma-norma sosial yang berlaku untuk hubungan bisnis.
Kepemimpinan
Model BRM perlu memperhitungkan dan menyelaraskan dengan model tata kelola perusahaan, termasuk etika bisnis, kendala hukum, dan norma-norma sosial yang berlaku untuk hubungan bisnis.
Batas
Model BRM harus menentukan batas-batas hubungan bisnis dalam kontinum yang lebih besar dari hubungan interpersonal. Selain isu-isu pemerintahan, model harus memeriksa jika ada tingkat optimal dari hubungan pribadi, dan apakah mereka berbeda berdasarkan jenis, peran, atau atribut lainnya. model harus membantu menentukan batas-batas yang mengoptimalkan efektivitas sementara mendukung tata kelola yang baik.
Pertukaran dan Timbal Balik
Model BRM harus menentukan batas-batas hubungan bisnis dalam kontinum yang lebih besar dari hubungan interpersonal. Selain isu-isu pemerintahan, model harus memeriksa jika ada tingkat optimal dari hubungan pribadi, dan apakah mereka berbeda berdasarkan jenis, peran, atau atribut lainnya. model harus membantu menentukan batas-batas yang mengoptimalkan efektivitas sementara mendukung tata kelola yang baik.
Pertukaran dan Timbal Balik
Model BRM pertukaran dan timbal balik harus memperluas dimensi tradisional untuk mencatat tidak hanya pertukaran keuangan, tetapi juga pertukaran waktu, uang, pengetahuan, dan reputasi. Ini adalah fitur kunci dari hubungan bisnis.
Sumber:
- https://www.techopedia.com/definition/28400/business-relationship-management-brm
-https://en.wikipedia.org/wiki/Business_relationship_management
Selasa, 26 April 2016
Manajemen Layanan Sistem Informasi
ITSM (Information Technology Service Management, Manajemen Layanan Teknologi Informasi) adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun tidak jelas kapan dimulainya.
ITSM umumnya berkaitan dengan “back office” atau masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang-kadang dikenal sebagai arsitektur operasi), dan tidak berurusan dengan perkembangan teknologi. Sebagai contoh, proses menulis perangkat lunak komputer untuk dijual, atau merancang sebuah mikroprosesor tidak akan menjadi fokus disiplin, namun yang menjadi perhatiannya adalah sistem komputer yang digunakan oleh pemasaran dan staf pengembangan bisnis di perusahaan baik berupa perangkat lunak dan atau perangkat kerasnya. Banyak perusahaan non-teknologi, seperti di industri keuangan, ritel, dan perjalanan, memiliki sistem teknologi informasi yang signifikan yang tidak mengenai kebutuhan pelanggannya.
Kerangka kerja (framework) yang dianggap dapat memberikan contoh penerapan ITSM di antaranya:
- Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
- Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT)
- Software Maintenance Maturity Model
- PRM-IT IBM's Process Reference Model for IT
- Application Services Library (ASL)
- Business Information Services Library (BISL)
- Microsoft Operations Framework (MOF)
- eSourcing Capability Model for Service Providers (eSCM-SP) dan eSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management.
Kerangka I.T.I.L
IT Infrastructure Library (ITIL) merupakan standar yang dikeluarkan pemerintah United Kingdom (UK) sebagai kerangka kerja yang diacu oleh best practice proses dan prosedur manajemen operasional. Lebih spesifik, ITIL terutama memfokuskan terhadap pendefinisian fungsi, operasional dan atribut organisasi yang diperlukan agar manajemen operasional dapat dioptimasi secara penuh ke dalam dua kategori utama pengelolaan Aktivitas TI dalam perusahaan yaitu: Service Support Management dan Service Delivery Management.
ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).
Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
- Service Strategy
- Service Design
- Service Transition
- Service Operation
- Continual Service Improvement
Tujuan Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
adalah untuk menyediakan petunjuk untuk praktek terbaik dalam manajemen layanan teknologi informasi. Ini mencakup pilihan yang dapat diapdopsi dan diadaptasi oleh organisasi berdasarkan kebutuhan bisnisnya, keadaan, dan kedewasaan dari penyedia layanan
1. Service Strategy: Tahap perencanaan strategis dalam membangun kemampuan manajemen layanan (service management), dan penyelarasan layanan dan strategi bisnis.
Proses dan fungsi:
– Financial management
– Service portfolio management
– Demand management
2. Service Design: Tahap merancang dan mengembangkan layanan TI yang sesuai, termasuk arsitektur, proses, kebijakan dan dokumen; tujuan service desain adalah untuk memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan masa depan.
Proses dan fungsi:
− Service catalogue management
− Service level management
− Capacity management
− Availability management
− IT service continuity management
− Information security management
− Supplier management
3. Service Transition: Tahap mewujudkan kebutuhan dari tahapan sebelumnya, dan meningkatkan kemampuan dalam transisi layanan baru dan layanan modifikasi untuk dijadikan produksi.
Proses dan fungsi:
– Transition planning and support
– Change management
– Service asset and configuration management
– Release and deployment management
– Service validation and testing
– Evaluation
– Knowledge management
4. Service Operation: Tahap pencapaian efektivitas dan efisiensi dalam memberikan dan mendukung layanan dalam rangka untuk memastikan adanya nilai bagi pelanggan dan penyedia layanan.
Proses dan fungsi:
– Event management
– Incident management
– Request fulfillment
– Problem management
– Access management
– Monitoring and control
– IT operations
– Service desk
5. Continual Service Improvement: Fase menciptakan dan memelihara nilai bagi pelanggan dengan perbaikan desain, dan pengenalan layanan dan operasi.
Proses dan fungsi:
− The 7-step improvement process (CSI Improvement Process)
− Service reporting
Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/ITSM
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2013/02/28/manajemen-layanan-ti-atau-manajemen-layanan-dukungan-ti/
http://billizard-911.blogspot.co.id/2016/03/manajemen-layanan-sistem-informasi.html
http://yudhiiez-site.blogspot.co.id/2016/03/manajemen-layanan-sistem-informasi.html
Minggu, 15 November 2015
TUGAS KELOMPOK: PERCAKAPAN DENGAN TEMA UKM
Anggota :
Adib Fairuz Ikbar (10114253)
Gema Ramadhan (14114479)
Kalis Kinanti (15114759)
Riswan Fauzi (19114531)
Kalis : Hai teman-teman, disini ada yang mengikuti UKM di kampus atau tidak?
Riswan : Wah saya tidak ikut UKM apa-apa tuh.
Adib : Saya ikut UKM Futsal sih, tapi masih jarang ikut kumpul hehe.
Gema : UKM itu apa sih?
Riswan : Demi apa pun anda tidak tahu UKM?
Adib : Anda tidak tahu apa itu UKM?
Gema : Jangan malah tanya balik dong teman-teman. Coba jelaskan.
Kalis : Serius anda tidak tahu?
Gema : Saya serius… Apa itu UKM saya tidak tahu. Memangnya itu apa?
Kalis : UKM itu singkatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa. Itu semacam ekstrakurikuler kalau anda di sekolah.
Riswan : Makanya anda jadi mahasiswa jangan hanya kupu-kupu, alias kuliah pulang kuliah pulang haha.
Gema : Haha, ya maaf. Nah memang di kampus kita ada UKM apa saja?
Adib : Ya banyak lah. Ada UKM Paduan Suara, Pecinta Alam, Voli, Basket, Futsal, Teater, Fotografi, Wushu, Taekwondo, Pencak Silat, Karate, Badminton, Tari, macam-macam UKM Kerohanian juga ada. Masih banyak lagi deh pokoknya.
Riswan : Tapi yang banyak diminati itu biasanya Swara Darmagita, TEMA, Snap, MAPA, juga Basket. Mereka sering mengadakan kegiatan pula.
Adib : Eh iya, minggu lalu saya dengar-dengar ada acara Gunadarma Hoop Summit yang diadakan UKM Basket ya kalau tidak salah?
Riswan : Iya betul itu, ramai sekali loh pertandingannya. Saya pun menonton pertandingannya bersama teman-teman saya.
Gema : Wah iya? Ngomong-ngomong TEMA itu apa lagi ya teman-teman?
Kalis : TEMA itu Teater Mahasiswa Gunadarma. Ikut saja yuk, saya juga anggota TEMA nih. Biar kalau latihan kita bisa berangkat sama-sama. Yuk!
Gema : Wah, boleh juga tuh. Apa saya ikut saja ya?
Adib : Iya ikut saja, jadi pohonnya nanti bagus kan.
Gema : Mungkin anda yang akan lebih cocok jadi pohon. Ah tapi sepertinya saya tidak jadi ikut, anda semua kan tahu saya malas haha.
Kalis : Jangan seperti itu lah. Banyak manfaatnya loh UKM itu. Anda bisa menambah banyak teman. Juga menambah ilmu keorganisasian di UKM juga.
Adib : Iya, belum lagi kalau sedang ramai ketika mengadakan kegiatan dan partisipasi lomba-lomba dari luar. Bisa menambah pengalaman loh kapan lagi.
Kalis : Apalagi yang acaranya resmi, biasanya banyak dapat sertifikat tuh.
Gema : Betul juga ya. Saya jarang ikut kegiatan-kegiatan seperti itu sih sejak masih di sekolah pun hehe.
Riswan : Ya sudah ikut saja yuk bersama saya. Saya juga belum ikut UKM apa-apa nih di kampus.
Adib : Anda mau ikut UKM apa memangnya?
Riswan : MAPA sepertinya. Dulu saya sempat ikut kegiatan semacam pecinta alam sih ketika di sekolah. Kemarin juga mereka mengadakan Gunadarma Wall Climbing Competition di kampus E saya menonton, jadi ingin ikut juga.
Gema : Ya sudah deh, saya mau ikut mendaftar jadi anggota juga! Penasaran saya nantinya seperti apa hehe.
Adib : Sip deh!
Gema : Nanti ajari saya akting seperti yang di teater-teater ya. Saya mau ikut UKM TEMA nih.
Kalis : Itu sih santai. Saling berbagi saja lah kita, saya juga belum terlalu bisa kok.
Gema : Sip deh!
Adib Fairuz Ikbar (10114253)
Gema Ramadhan (14114479)
Kalis Kinanti (15114759)
Riswan Fauzi (19114531)
Kalis : Hai teman-teman, disini ada yang mengikuti UKM di kampus atau tidak?
Riswan : Wah saya tidak ikut UKM apa-apa tuh.
Adib : Saya ikut UKM Futsal sih, tapi masih jarang ikut kumpul hehe.
Gema : UKM itu apa sih?
Riswan : Demi apa pun anda tidak tahu UKM?
Adib : Anda tidak tahu apa itu UKM?
Gema : Jangan malah tanya balik dong teman-teman. Coba jelaskan.
Kalis : Serius anda tidak tahu?
Gema : Saya serius… Apa itu UKM saya tidak tahu. Memangnya itu apa?
Kalis : UKM itu singkatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa. Itu semacam ekstrakurikuler kalau anda di sekolah.
Riswan : Makanya anda jadi mahasiswa jangan hanya kupu-kupu, alias kuliah pulang kuliah pulang haha.
Gema : Haha, ya maaf. Nah memang di kampus kita ada UKM apa saja?
Adib : Ya banyak lah. Ada UKM Paduan Suara, Pecinta Alam, Voli, Basket, Futsal, Teater, Fotografi, Wushu, Taekwondo, Pencak Silat, Karate, Badminton, Tari, macam-macam UKM Kerohanian juga ada. Masih banyak lagi deh pokoknya.
Riswan : Tapi yang banyak diminati itu biasanya Swara Darmagita, TEMA, Snap, MAPA, juga Basket. Mereka sering mengadakan kegiatan pula.
Adib : Eh iya, minggu lalu saya dengar-dengar ada acara Gunadarma Hoop Summit yang diadakan UKM Basket ya kalau tidak salah?
Riswan : Iya betul itu, ramai sekali loh pertandingannya. Saya pun menonton pertandingannya bersama teman-teman saya.
Gema : Wah iya? Ngomong-ngomong TEMA itu apa lagi ya teman-teman?
Kalis : TEMA itu Teater Mahasiswa Gunadarma. Ikut saja yuk, saya juga anggota TEMA nih. Biar kalau latihan kita bisa berangkat sama-sama. Yuk!
Gema : Wah, boleh juga tuh. Apa saya ikut saja ya?
Adib : Iya ikut saja, jadi pohonnya nanti bagus kan.
Gema : Mungkin anda yang akan lebih cocok jadi pohon. Ah tapi sepertinya saya tidak jadi ikut, anda semua kan tahu saya malas haha.
Kalis : Jangan seperti itu lah. Banyak manfaatnya loh UKM itu. Anda bisa menambah banyak teman. Juga menambah ilmu keorganisasian di UKM juga.
Adib : Iya, belum lagi kalau sedang ramai ketika mengadakan kegiatan dan partisipasi lomba-lomba dari luar. Bisa menambah pengalaman loh kapan lagi.
Kalis : Apalagi yang acaranya resmi, biasanya banyak dapat sertifikat tuh.
Gema : Betul juga ya. Saya jarang ikut kegiatan-kegiatan seperti itu sih sejak masih di sekolah pun hehe.
Riswan : Ya sudah ikut saja yuk bersama saya. Saya juga belum ikut UKM apa-apa nih di kampus.
Adib : Anda mau ikut UKM apa memangnya?
Riswan : MAPA sepertinya. Dulu saya sempat ikut kegiatan semacam pecinta alam sih ketika di sekolah. Kemarin juga mereka mengadakan Gunadarma Wall Climbing Competition di kampus E saya menonton, jadi ingin ikut juga.
Gema : Ya sudah deh, saya mau ikut mendaftar jadi anggota juga! Penasaran saya nantinya seperti apa hehe.
Adib : Sip deh!
Gema : Nanti ajari saya akting seperti yang di teater-teater ya. Saya mau ikut UKM TEMA nih.
Kalis : Itu sih santai. Saling berbagi saja lah kita, saya juga belum terlalu bisa kok.
Gema : Sip deh!
Minggu, 08 November 2015
Cara Berkomunikasi yang Baik
Komunikasi yang baik adalah dimana pembicara dan lawan bicara saling memahami dan mendengarkan apa topik yang sedang dibicarakan. Pembicara akan merasa dihargai ketika obrolannya didengarkan dengan perasaan senang oleh pendengar. Dan pendengar akan merasa betah mendengarkan ketika topik yang diobrolkan pembicara dipahami olehnya.
Komunikasi adalah jembatan dalam hubungan. Ya, karena hubungan yang baik selalu didasari dengan komunikasi yang baik. Berikut ini adalah analisis saya tentang Cara Berkomunikasi yang Baik.
1. Dengarkan lawan bicara
2. Pahami apa yang sedang dibicarakan
3. Kurang-kurangi berkomentar
4. Hiasi dengan senyum dan tawa
5. Obrolkan apa yang menjadi kesukaannya.
6. Jangan terlalu tertutup
Komunikasi adalah jembatan dalam hubungan. Ya, karena hubungan yang baik selalu didasari dengan komunikasi yang baik. Berikut ini adalah analisis saya tentang Cara Berkomunikasi yang Baik.
1. Dengarkan lawan bicara
2. Pahami apa yang sedang dibicarakan
3. Kurang-kurangi berkomentar
4. Hiasi dengan senyum dan tawa
5. Obrolkan apa yang menjadi kesukaannya.
6. Jangan terlalu tertutup
Komunikasi
1. Tuliskan pengertian komunikasi!
Jawab: komunikasi adalah dimana seseorang atau lebih menggunakan informasi untuk bisa terhubung/berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain.
2. Jelaskan fungsi komunikasi!
Jawab:
3. Sebutkan contoh komunikasi verbal!
Jawab:
-Berbicara dengan seseorang atau kelompok orang
-Mendengarkan radio
-Membaca buku
-Membaca buku
-Menulis surat lamaran,
-Berpidato dihadapan orang banyak
4. Apa yang dimaksud dengan komunikasi bawah sadar?
Jawab:
Komunikasi bawah sadar adalah penyampaian informasi antara manusia secara tidak sadar.
5. Tuliskan tahapan komunikasi!
Jawab:
Menurut Courtland L. Bovee dan John V. Thil tahapan-tahapan dalam proses komunikasi dapat dibagi menjadi lima tahap, yaitu:
-Pengirim mempunyai suatu ide atau gagasan.
-Ide diubah menjadi suatu pesan.
-Pemindahan pesan.
-Penerima menerima pesan.
-Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan-balik kepada pengirim.
Rabu, 07 Oktober 2015
Tugas wartawarga: Pengalaman pribadi berorganisasi
Pada postingan kali ini, saya akan bercerita tentang pengalaman saya berorganisasi. Sebelumnya, saya akan menjelaskan secara singkat apa yang dimaksud organisasi. Organisasi adalah sebuah wadah yang di dalamnya terisi oleh sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Dalam berorganisasi, kita menjadi lebih mudah menjalalankan suatu tujuan karena memiliki lebih banyak ide dan tenaga.
Saat dulu masih SMA, saya pernah tergabung dalam sebuah organisasi di bidang Music Event Organizer, bernama Rada Miring Crew. Itu adalah sebuah organisasi pembuat acara musik underground yang saya dan teman-teman saya ciptakan.
Pada awalnya, saya dan teman-teman saya mempunyai hobby yang sama yaitu menonton acara musik underground. Ya, karena kami semua suka sekali dengan musik underground. Kami rela menghabiskan banyak uang untuk sekedar menikmati musik, dan menghabiskan tenaga untuk bermoshing ria. Seiring waktu berjalan, akhirnya kami punya pemikiran: "mengapa terus-terus menonton acara orang lain kalau kita bisa menciptakan acara kita sendiri". Dari banyaknya cekcok, tawa, dan komitmen, terciptalah Rada Miring Crew.
Tidak mudah untuk menjalan kan acara yang berdurasi 12 jam ini. Butuh waktu berbulan-bulan untuk menyiapkannya dengan matang. Seperti halnya mengumpulkan anggota. Ya, ini penting, karena kita membutuhkan banyak tenaga dalam membuat acara ini--contohnya: membuat proposal, membuat desain, menangani guest start, dll. Itu saja masih tahap sebelum hari H--apalagi saat di hari H, dimana tenaga ekstra seperti menjaga tiket, menghandle grup band, mengatur sound, dll sangat dibutuhkan dalam organiasasi ini.
Selain mengumpulkan anggota, yang terpenting dalam organisasi ini adalah sebuah komitmen. Ya, saat itu, dalam organisasi saya, banyak yang mengundurkan diri sebelum hari H tiba, dengan berbagai macam kendala ataupun alasan. Itu membuat organisasi ini sedikit bermasalah, karena harus ada yang di rombak lagi untuk mengisi kekosongan tugas. Namun, kami tak mau ambil pusing, kami terus menjalankan apa yang telah tertuju dan mengatur dengan berbagai cara. Komitmen sama pentingnya dengan sebuah planning. Menurut saya, jika dikatakan planning adalah sebuah akar, maka komitmen adalah air yang membuat akar tersebut hidup. Bukan hanya komitmen tertulis, tapi harus punya komitmen di dalam jiwa masing-masing.
Rapat demi rapat telah dijalani, masalah per masalah telah diatasi, beberapa ratus tiket telah terjual, tibalah saat di hari H. Ini adalah hari yang sangat saya tunggu-tunggu, karena menurut saya ini adalah titik klimaks dalam acara. Ini adalah hari dimana perjuangan akan dimulai lagi. Di dalam sebuah ruangan yang telah kami desain sekreatifnya pada H-1, kami berkumpul. Disini. Saling bergandengan, lalu menyatukan tangan kami sambil berteriak, "RADA MIRING CREW!!!" Itu adalah sebuah teriakan penuh semangat.
Tak sedikit yang datang di acara ini. Itu membuat kami kewalahan. Tapi ini sama-sekali tak membuat semangat kami runtuh, justru ini yang membuat kami semakin bersemangat.
Menurut saya, hanya itu yang bisa saya ceritakan. Seidikit, memang. Tak perlu saya mendeskripsikan bagaimana jalannya acara tersebut, karena pasti kita semua tau bagaimana acara musik itu berjalan. Ngomong-ngomong, organisasi ini sudah 3 kali mengadakan acara. Dan alhamdulillah ini berjalan lancar, walaupun banyaknya berbagai macam kendala.
Ini ada sedikit kumpulan foto yang bisa dilihat saat acara berlangsung (diambil dari acara pertama sampai ketiga):
Sekian, terimakasih.
Langganan:
Postingan (Atom)










